Home Top Ad

Cerita Bokep Selingkuh Akibat Suamiku Jauh dari rumah

Share:


Cerita Mesum Jarak umurku juga terpaut sangat jauh. Dia jejaka tua dulu menikahi aku dia berumur 27 tahun. Suamiku bernama Mas Seno, dia berada di Kalimantan dan aku di Jawa. Aku dulu pernah tinggal di Kalimantan tetapi tidak betah karen jauh dari kota. Aku bosan dan hanya bertahan 6 bulan di Kalimantan. Suamiku menyadari alasanku tidak mau tinggal disana.

Setiap bulan Mas Seno menyempatkan waktu untuk pulang melepas rindu. Mas Seno sosok pria yang bertanggungjawab dan perhatian dengan keluarga. Setiap tanggal muda dia selalu mentransfer uang untuk kebutuhan aku dan anakku. Tidak sedikit uang yang Mas Seno kirim, satu bulan dia memberi aku 25 juta. Aku bisa berbelanja apa saja yang aku inginkan.
Perawatan selalu menjadi nomor satu, untuk menjaga penampilan karena aku masih muda. Haru stetap cantik dan segar. Walaupun tubuhku yang sexy ini jarang dijamah suamiku. Mas Seno bahagia banget hidup denganku, aku bisa memberikan kepuasan seks untuknya. Namun Mas Seno tenaganya sudah tidak sekuat dulu, mudah loyo dan capek.
Paling sekali aja udah merasa puas, walaupun sebenarnya aku tidak merasakan kepuasan dari Mas Seno. Rasanya hambar berhubungan seks dengan Mas Seno, tapi mau bagaimana lagi ini sudah kewajibanku. Apalagi Cuma satu bulan sekali pulangnya, bagiku kepuasan seksku sangat berkurang. Hiburanku hanya bermain dengan teman-teman ngemall dan pergi kemana aja.
Setiap jalan dengan teman rasanya ngiri semua cerita tentang suaminya, sedangkan suamiku jauh disana. Kadang temanku sering mengejek aku , tapi yasudahlah itu hanya gurauan sesaat. Pada waktu itu Mas Seno tidak bisa pulang selama 3 bulan karena disana sedang menunggui tanaman sawitnya. Selama 3 bulan itu berasa 3 tahun, hanya meteri yang aku dapat.
Batinku tertekan karena selalu jauh kebutuhan akan seks aku tidak terlampiaskan. Aku suntuk setiap hari aku pergi dengan temanku. Temanku bernama Hendra , dia dulu teman sekolah aku. Dia masih bujang belum menikah, kita amsih sering WA atau BBM-an. Dan hanya dia yang selalu punya waktu kosong untuk aku. Mungkin kegiatannya hanya berkuliah dan nokrong, namanya anak muda.
Dia menjadi teman curhat aku, dia tau semua keluh kesah aku. Kadang kalau bertemu dengan Hendra aku mengajak anakku supaya tidak menimbulkan fitnah. Anakku juga sangat terbiasa dengan Hendra. Paling aku ke kafe atau ke timezone jika putriku ikut denganku. Setiap kali bertemu aku selalu menceritakan rumah tangga aku dengan Mas Seno.
Saat itu Hendra selalu memberikan nasehat agar aku selalu sabar. Memang tidak baik jika berumah tangga tetapi tidak tinggal serumah. Mau bagaimana lagi aku tidak bisa hidup di Kalimantan. Waktu itu Hendra mengajakku pergi nonton, aku bergegas pergi untuk meghilangkan penat. Kita nonton film romantic, berasa masih jaman pacaran saja.
Hendra memang tipical cowok yang romantic tapi hingga saat ini dia masih asyik jomblo. Setelah film usai aku dan Hendra pulang ke rumah. Besok Hendra mengajakku pergi ke puncak dengan anakku. Ya nggak papa sih asal sama anak aku mau aja. Sesampainya di rumah aku bersiap-siap packing untuk besok.
Keesokan harinya aku sudah bersiap untuk pergi berlibur ke puncak. Aku sudah ijin dengan Mas Senp, tetapi aku sengaja menutupi jika aku pergi dengan Hendra. Sebenarnya nggak ada apa-apa Cuma aku takut mas Seno berprasangka buruk terhadap ku. Aku, putriku dan Bik Sumi berangkat menuju rumah Hendra. Tampak Hendra sudah menunggu di depan rumah dengan membawa tas ransel.
Penampilan anak muda kece banget aku juga nggak mau kalah dong,
“ayo Hen kita pergi..”
“Iya Karin tunggu sebentar kameraku tertinggal..”
Setelah semua sudah siap aku dan Hendra menuju puncak, perjalan sekitar 3 jam dari rumah. Sepanjang perjalanan putriku diam tidak menangis tampaknya dia sangat happy. Dia dan Bik Sumi tertidur pulas karena jalan macet total,mungkin karena hari libur. Sesampainya di villa tepat jam 1 siang, Hendra memesan kamar 1,
“loh Hen kok Cuma pesan kamar satu sih..?”
“kan satu Villa ada dua kamar di dalamnya Rin, daripada sewa banyak kamar kan sayang buang uang..”
“ Oh gitu yah, yaudah, hhe… ”
Setelah kunci diberikan kita berempat menuju kamar. Memang benar apa kata Hendra masuk ke kamar ada ruang tamu bed 2. Dan di dalam ada ruangan 1 lagi untuk Hendra tidur. Aku, putriku dan Bik Sumi tidur di dua bed depan. Ya okelah, kita siap berlibur 2 hari disini. Udara yang sangat dingin membuat putriku hanya berdiam diri di kamar ditemani Bik Sumi.
Aku dan Hendra pergi untuk menikmati pemandangan dan ke kebun teh. Hendra bertingkah seperti suamiku jadi teringat mas Seno. Jalan ke kebun teh sangat jauh keringat bercucuran membasahi pipiku. Tiba-tiba Hendra mengusap keringatku. Aku terdiam dan memandangi Hendra. Dalam hati berkata perhatian banget sama aku, apke mengusap keringat dan menggandeng tanganku ketika berjalan.
Aku terbawa suasana dan menikmati udarab yang sangat dingin ini. Aku dan Hendra berdiri di warung pinggiran disitu jual minuman hangat serta jagung bakar yang khas. Aku berhenti di warung itu istirahat sejenak,
“kamu sudah ijin sama suami kamu kan Rin..?”tanya Hendra.
“sudah..dia mengijinkan kok..”
“yasudah berarti aman tidak akan timbul masalah, lama banget Mas Seno nggakpulang Rin..”
“iya Hen lama banget, kangen sih tapi mau gimana lagi. Pengen banget nyusul tapi aku kurang cocok disana, aku harus bersabar menunggu suamiku pulang dan aku harus menahan rasa……..”
“rasa apa Rin..”
“enggak kok..Hen biasa suami istri juga butuh berhubungan layaknya pasangan..”
“walaupun aku belum menikah aku tahu kok Rin apa yang kamu maksud..”
Dengan sedikit malu aku menatap wajah Hendra. Aku curhat mengenai pribadiku, dia menyadarinya. Dia mengelus rambutku sambil memberikan pengertian. Rasanya nyaman banget berada di samping Hendra. Pas lagi curhat Hendra memeluk ku dengan tiba-tiba, aku sangat terkejut. Aku berfikiran mungkin hanya pelukan seorang sahabat saja.
Bandar Online Aman dan Tidak Ada BATASAN LINE BETTING
Hadiah = 4D 3.000.000 3D 400.000 2D 70.000
auroratoto
auroratoto

Tidak ada komentar