
Cerita Mesum Kutatap lagi wajah istriku yg sedang tertidur kelelahan di penginapan ini setelah perjalanan yang cukup panjang tadi. Rambut hitamnya yang panjang tergerai dan biasanya selalu tertutup hijab itu menambah kecantikannya. Ketika menjadi mahasiswi di Yk dulu Andhini yang sekarang berusia 26 tahun memang sudah menjadi idola, selain pintar dan cantik dia juga aktif dikampus.
Tingginya sekitar 162 dengan berat 52 kg dengan hidung mancung dan wajah agak ke arab-araban membuat para lelaki tergila2. Hal itulah yang membuat diriku kepincut kepadanya, tidak mudah memang, melirik pun dia enggan.
Aksi nekat dan kesabaran dengan cara tak kenal lelah yang kulakukan membuahkan hasil, walau sbelumnya aku dihina bahwa secara ketampanan dan kegagahan diriku sebenarnya tidak sesuai dengan impiannya. Setelah menikah dengannya ternyata kusadari bahwa ada perasaan dendam dalam diriku yang menimbulkan suatu keinginan dan sensasi luar biasa jika Andhini dinikmati lelaki lain.
Sebenarnya ada perasaan khawatir jika sensasi tersebut aku wujudkan, tapi hal tersebut dikalahkan oleh rasa penasaran dan sensasi yang akan muncul. Untuk merealisasikan itu sengaja kuambil cuti kantor untuk melakukan perjalanan tour Sumatra menuju Bengkulu dengan pesawat. Rencananya dari Bengkulu aku akan sewa mobil untuk perjalanan menuju Jambi.
Pesawat landing di Bandara Bengkulu yang sepi pukul 5 sore dan cuaca agak mendung.
” Mas Adi, aku agak pusing, kecapean kali ya?, ” kata Andini sambil menatap kearahku.
“Dini, kamu tunggu disini sebentar ya, aku mau cari mobil dulu, aku juga mau cari obat pusing di sana,” ujarku sambil menunjuk toko di salah satu sudut bandara.
” Iya mas, aku tunggu disini ya…jangan lama2 ya..aku takut..kan aku belum pernah kesini”
Aku mengangguk dan membelai pipinya lalu menuju ke parkiran untuk mencari mobil sewaan.
Mobil dan driver yang aku inginkan sudah dapat dan kami sudah berada dimobil. Kami duduk dibelakang berdua, dan Andini langsung terkulai pulas setelah kuminumkan obat tidur yang tiada disadarinya tadi. Aksi pertamaku pun siap kumulai. Kubuka kancing baju istriku sehingga terlihat beha dan payudaranya sebahagian. Payudara indahnya tersingkap menantang tentunya sangat menggoda lelaki yang melihatnya.
Aku sangat menyadari Si Karim driver mobil ini beberapa kali melirik kekaca spion sambil menghela nafas,…dan aku sangat menikmati hal tersebut. Tersirat di fikiranku seandainya mereka berdua di mobil ini…hmm apa yang dilakukan Karim..
” Pak Karim,kalau ada pom bensin aku mau buang air dulu ya..jangan lupa berhenti sebentar ya” ujarku
“Wah..kalau di sini jarang ada pom pak…biasanya dipinggir jalan cari semak…didepan situ ada jalan kecil ..nanti bisalah bapak kencing disitu..” kata Karim sampil melihat dari spion..dan terlihat seringai nafsunya ketika melihat tubuh istriku..
Andini kelihatannya sangat pulas…kursi yang pada posisi tidur membuat tubuhnya terlentang membuat payudaranya semakin mencuat…perlahan kurenggangkan pahanya sehingga membuat posisinya semaking merangsang…
Mobil pun berhenti di tempat yang agak tersembunyi, seperti yang dikatakan Karim tadi ternyata memang ada gang kecil disamping jalan raya ini..dan aku pun memastikan mini camera yg aku pasang dan bergegas membuka pintu mobil…dan kulihat wajah Karim menyeringai melihatku….
“Karim…aku keliatannya agak lama..perutku sakit…”
“Ohh baikk bapak…silahkan….saya tunggu disini…he he…” ujar Karim…
Sebenarnya aku bukan hendak buang air besar…setelah kencing sebentar aku sudah kembali sambil mengendap2 ke mobil. Karena pintu sebelah ku tadi dalam keadaan terbuka dan ditambah lampu yang menyala walau agak redup membuatku dapat mengamati dengan jelas apa yang dilakukan oleh si Karim….
Si Karim terlihat bingung…dia berdiri didepan kap mobil, mungkin dia kaget bercapur girang ketika aku tinggalkan dia berdua dengan istriku yang masih pulas. Tapi perlahan dia menuju ke tempat Dhini yang agak terlentang karena posisi bangku mobil yang ku rebahkan tadi, sesekali matanya menatap kearah aku pergi tadi. Sejenak dia ragu, mungkin memikirkan akibat yang ia terima apabila ketahuan olehku sehingga berakibat fatal..di pengadilan, penjara dll.
Dia kemudian menatap wajah Dhini yang cantik, wajahnya mendekat dan tidak tanggung-tanggung lalu ia mecium bibir Dhini cukup lama, agaknya lidahnya memasuki bibir istriku, terdengar bunyi cipakan yang menunjukkan bernafsunya dia.
Penisku menegang melihat kejadian itu, belum pernah aku melihat istiku yang cantik di ciumin orang lain sampai sedemikian rupa.
Mulut si Karim secara kasar melumat payudara istriku yang memang sudah terbuka, sedangkan tangannya meremas-remas payudara Dhini, menjilati putingnya dan kemudian kembali mencium bibir istiku dengan bernafsu. Tidak lama dia lalu membuka celana yang dipakai Dhini dan melorotkannya kebawah, sekarang tinggal celana dalam Dhini dan lalu dia lucuti juga.
Ada perasaan aneh yang kurasakan, desiran rasa cemburu, khawatir dan nafsu bercambur menjadi satu dan menimbulkan sensasi yang luar biasa. Si Karim kelihatan sudah tidak tahan lagi agaknya, karena dia tau waktunya tidak banyak, dia lalu menanggalkan celananya lalu meludahi ujung penisnya yang sudah menegang.
Bandar Online Aman dan Tidak Ada BATASAN LINE BETTINGHadiah = 4D 3.000.000 3D 400.000 2D 70.000



Tidak ada komentar