
Cerita Mesum Aq pun mengatur nama-nama penumpang untuk setiap bus nya, aq kelompokkan siswi yang aq anggap menarik dalam satu bus sesuai nomor kursi yang tertera. Aq ambil kursi yang berderet tiga, buat pacarku Sela, aq di tengah dan sebelah Evi di sebelah kananku. Evi gadis berjilbab, bohay, liar dan juga agresif kalau pas horny tapi sangat takut gelap, kata Anwar pacarnya Evi. Jujur aq sangat penasaran ingin menggantikan Anwar.
Sekitar jam 11 malam kami diminta mematikan lampu dan tidur agar besok bisa fresh.. 30 menit kemudian semua sudah tetidur, kecuali Evi yang tampak gelisah nggak bisa tidur. ‘ pasti dia lagi gelisah nggak bisa tidur’ kataku dalam hati, tapi aq pura-pura tidur. Tiba-tiba saja tanganku ada yang menarik, tanganku dipeluk seperti guling dan ada yang bersandar di pundakku.. ternyata itu Evi.
Owh.. toketnya begitu mengganjal tanganku… kedua pahanya yang hanya memakai celana pendek juga menjepit telapak tanganku… aq sangat menikmatinya sambil terus berpura-pura tidur.
Aroma tubuhnya juga sangat membangkitkan birahiku… aq menoleh ke arah pacarku sudah pulas tidurnya. Lalu aq memberanikan diri dan pelan-pelan mengelus paha mulusnya, jantungku terasa berdebar tak menentu… . huuuhhhhh ada keraguan yang terselip dihatiku tapi ada juga jutaan sensasi yang aq nikmati.
‘Bodoh ahh… masa rejeki di tolak’ kataku dalam hati.
Aq pun semakin berani dengan menekan lenganku ke toketnya.. dan aq menggesek-geseknya… dan tiba-tiba dia berkata..
“Kamu belum tidur ya Don…” tanya Evi mengagetkanku.
“Ehh.. iya, ac nya dingin banget aq nggak bisa tidur.. kamu juga belum tidur ya???” tanyaku balik.
“Masa sich, kamu kan bisa meluk yayang kamu (Sela)… kalau aq kan nggak ada yang dipeluk Don!?” kata Evi.
“Kamu juga tau sendiri kan? Sela dari tadi udah tidur… kalau mau, kamu boleh kok pinjem tanganku kayak yang tadi..” tawarku ke Evi
“Kok tau, bearti kamu tadi cuma pura-pura tidur ya??? bearti kamu tadi sengaja ya?” tanya Evi sambil nyubit perutku.
“Duhhhh… sakit tauukkk.. aq kan dititipin Anwar buat jagain kamu, termasuk menjaga kamu dari kedinginan juga, mungkin …” kataku sambil bercanda
“Emangnya aq barang???? enak aja dititipin.. kalau Sela sampai tau gimana??” tanya Evi yang mulai terpancing dengan omonganku.
“Ya enggak lahh.. asal kamu nggak berisik Sela dan Anwar nggak bakalan tau….”
Tiba-tiba tanganku ditarik dan dipeluknya lagi, lebih nyaman dari tadi. Aq pun lebih bebas dan aman mengelus paha mulusnya sambil sesekali menyolek kemaluannya. Evi diam saja, aq pun bingung dibuatnya… ‘takut membalas belaianku atau menikmatinya?’ tanyaku dalam hati.
Aq pun semakin penasaran dan ingin segera membuktikan kalau Evi adalah cewek yang agresif, dengan pelan aq menyelipkan jari telunjukku ke sela-sela celananya… ooohhhhh kurasakan celana dalamnya yang hangat dan menghangatkan darahku. Aq elus celana dalamnya dengan halus.. tiba-tiba Evi menggigit lenganku sambil berkata,
“Kamu yang mulai ya?, jangan salahkan aq kalau sampai ketahuan…”
Tangan Evi mulai bergerak di seputar penisku yang masih terbalut celana, jantungku berdetak kencang sekencang nafsuku yang memburu….
“Buka aja kancingnya, sempit banget nih…” pintaku.
“Heemm..” jawabnya singkat sambil membuka kancing celana dan menarik penisku dari balik celana dalam.
“Mantap banget Don, kayak punya bule-bule di film bokep..” tanya Evi dengan terkejut melihat penisku
“Mainin aja kayak di film-film bokep yang biasa kamu liat…” pintaku.
Tanpa menjawab Evi pun langsung membungkuk dan langsung mencium, menjilat dan mengulum penisku dengan penuh nafsu. Aq pun membalas dengan menyelipkan jarik nakalku ke celana dalamnya… Aauugghh.. ternyata kemaluan Evi udah sangat basah dan licin, sangat nikmat untuk disodok apa lagi kurasakan kemaluanya gundul sperti habis di cukur.
“aaa.. mmmhhhhh..” gumamnya lirih karena mulutnya tersumpal batang penisku.
“Diam dong.. jangan berisik!!!” Bisikku sambil mencium telinganya. Cerita Sex ABG
Aq coba menusukkan dua jariku ke lubang kemaluannya tapi sepertinya masih sangat sempit, aq terus berusaha karena kalau udah melar pasti penisku bisa masuk… pikirku.
Aq putar-putar jariku sambil terus menusukkan ke lubang kemaluannya, hingga beberapa saat kemudian setengah jariku masuk ke lubang kemaluannya.. kurasakan ada semburan hangat yang menandakkan dia sudah klimaks, aq pun terus mengocok lubang kemaluanya dengan jariku. Pantatnya begitu gelisah hingga bergerak-gerak tak beraturan sambil menggigit pelan penisku dengan bibirnya.
Oooooooohhhhhh… nikmatnya kesempatan dalam kegelapan….
Tapi… tiba-tiba bus berhenti mendadak, kamipun tersentak kaget dan melepaskan dari dekap kenikmatan. Kami berdua cepat-cepat merapikan celana masing-masing… ternyata radiator bus bermasalah dan akan diperbaiki. Pak sopir mempersilahkan kalau-kalau ada yang mau turun untuk beli minum atau lainya. Otak ngeresku pun tersenyum mendengar itu….
“Lanjutin di bawah aja yukk??” pintaku pada Evi.
“Tapii….”
“Udah tenang aja pasti nanti menemukan tempatnya…” selaku sebelum Evi sempat melanjutkan kata-katanya.
Aq pun membangunkan Sela untuk meminta ijin mengantar Evi membeli obat pusing, dengan keadaan setengah tidur Sela mengiyakan. Aq dan Evi pun turun dan berjalan kearah pertokooan yang berjarak sekitar 200 meter, agar yang melihat kami tidak menaruh curiga. Akhirnya kami menemukan tempat yang tepat, ada sebuah bangunan kosong yang tidak ada pintunya. Aq menarik Evi masuk ke dalam bangunan tersebut, dan langsung merebahkan tubuh Evi ke kursi yang lumayan lebar yang ada di dalam bangunan itu.
“Don.. jangan kelewatan gini dong, aq belum pernah lebih dari ini!!!!” serunya dengan takut yang bergelayut.
“Evi sayaaannggg.. nggak papa kok, aq bawa kondom kok… jadi pasti aman, anggap aja penisku itu jari… tapi yang pasti jauh lebih nikmat… plisssss! bujukku sambil menciumi telinganya.
Evi hanya terdiam tanpa jawaban pasti…
“Ayo sayang, waktunya nggak banyak nih.. cuma sebentar kok..” rayuku sambil tanganku pelan-pelan melorotkan celana dalamnya.
Aq kangkangkan kedua pahanya dan aq langsung menjilati sambil tanganku mengocok lubang kemaluannya dengan dua jari.
Evi hanya mendesis menahan geli dan nikmat… emmmmhhhh…..
Lalu kuarahkan batang penisku ke mulutnya dan menggerakkan maju mundur.. setelah aq rasa cukup licin aq coba menusukkan batang penisku ke dalam kemaluannya… lumayan susah, masih seret dan rapet…
Ku tekan.. pelaannn.. peelaaaannnnnn… dan teruussssss….
“Aaauuuwwhhhhhhhh…” teriak Evi sambil menarik rambutku melampiaskan sakit dan nikmat yang beradu. Aq tak memperdulikannya,, malah mempercepat sodokkanku….
“Oogghhh… Oogghhh.. ohhhhh.. ooohhhhhh…” desahnya dengan cepat.
“Don udah dong Don….. sakiiitttttttttttt… perihh bangett niiihhhhh…” gumamnya sambil meringis kesakitan. “Perih banget… kamu nggak pakai kondom ya???” tanya Evi.
“Pakai kok sayang….” jawabku singkat, padahal aq nggak pakai kondom. Sayang aja kalau merawanin gadis se bohay Evi pakai kondom, meskipun aq membawa.
“ugghhhh.. ogghhhhhh… nikmat banget Don, lebih kemcang lagi yah???” rengek Evi
Aq pun memepercepat sodokkanku hinnga 24cm batang penisku benar-benar terbenam dalam lubang kemaluannya
Setelah 30 menit kami bersetubuh, aq cabut batang penisku ku arahkan ke mulutnya… Evi pun mengulum dan menghisap dengan kuat sambil mengocoknya dengan bertubi-tubi…
“Oooggghhhh… aahhhhhhhh.. aq nggak tahan nih…” desahku.
Kutahan kocokannya dan memasukkan batang penisku hingga mentok di tenggorokkan dan akhirnya….
Creett.. crett.. crettt.. creeeettttt…..
Pejuhku menyembur dengan derasnya ke tenggorokkan bahkan sebagian keluar dari hidungnya saat Evi tersedak…..
Setelah itu kami pun segera merapikan pakaian dengan nafas yang masih mmburu, buru-buru kami kembali ke bus. Di dalam bus kami pun biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa, cuma ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya… makasih ya Don, udah mengantarku… ke syurrrgaaaa…..
Bandar Online Aman dan Tidak Ada BATASAN LINE BETTINGHadiah = 4D 3.000.000 3D 400.000 2D 70.000




Tidak ada komentar