
Cerita Mesum Cerita Dewasa Terbaru | Sebut saja Erma dia adalah kenalanku dia seorang PSK aku bisa kenal dengannya karena aku iseng iseng maen di lokalisasi tak taunya kita saling bertukar nomer telepon, saat itu aku masih kuliah dan tak menyangka kita bertemu di daerah Cideng saat sore hari, karena aku haus maka dari itu aku cari tempat café unutk memesan minum sekaligus istirahat sebentar.
Saat memesan dan aku duduk di kursi dengan dandanan yang tidak mencolok tidak ada hiasan apapun di wajahnya aku melihat wanita itu sepertinya kita pernah bertemu tapi aku lupa dimana aku duduk didepannya, saat menyeduh minuman tak lama kemudian wanita itu menyapaku.
“Baru pulang dari kampus ya mas” tanyanya dengan ramah.
“Iya mbak” jawabku
“lho kita pernah ketemu kayaknya mbak”
Dengan senyumannya dia mengelak bahwa belum pernah ketemu denganku.
Mungkin kebanyakan pelanggan jadi dia lupa tannyaku. Hehehe
Kemudian dia memberikan sebuah pertanyaan dengan nada ramahnya, tapi saat aku dengar dan rasakan dari mimik wajahnya dia mengajak menjerumus, mungkin dia sedang cari mangsa batinku.dengan wajah yang cantik tinggi 163 cm payu daranya juga besar, aku kadang melirik bauh dadanya terlihat tali BH berwarna hitam.
Pertanyaan yang aku nantikan terucap dari mulut Erma ini,
“Gak capek mas, istirahat dulu yuk Mas” ajaknya.
“Maksutnya mbak” pura pura bodohi dari pertanyaan tersebut.
“Aku juga mau pulang mbak mau istirahat di rumah saja” kataku.
Dia pun masih langsung menyerobot perkataanku tadi.
“Ah mas ini, pura pura gak tau, kita istirahat kekemar aja yuk” Mintanya.
Gila banget nih ajakannya tak pikir panjang aku langsung mengiyakan setelah mencapai kesepakatan bersama, singkat cerita kita sudah berada di dalam hotel yang bertebaran di daerah sini. Setalah kita masuk kedalam kamar aku langsung mengunci kamar dan kupeluk, kucium dia tapi dia menolaknya, berkata “Kita mandi dulu deh mas”.
Waow baru kali ini aku berfikir kok PSK tidak langsung tancep, malah menyuruh unutk mandi segala sebelum berkencan, mungkin dia ingin memberikan kesan yang berbeda dengan PSK lainnya, yaudah aku langsung buka seluruh pakaianku dan mengambil handuk kita pergi bersama ke kamar mandi.
Saat mandi aku lihat tubuh Erma sungguh seksi aku pegang kulitnya dan aku cium bau badannya sungguh terangsang sekali, kusabuni dari punggung dan payudaranya kunyalakan kran biar air itu mengucur tubuh kita berdua mulai kusedot putingnya yang mengeras dengan tangannya dia mendorong kepalaku yang menyedot putingnya.
“Sabar sebentar dong mas”nanti aja . Katanya.
Ya udah aku sabuni tubuhmu yang elok ini erma, “terserah mas saja” tangannya Erma yang memegang sabun juga membersihkan tubuhku dari atas hingga penisku juga dibersihkan dengan cermat Erma tidak mengocoknya tapi benar benar unutk membersihkannya. Selama 30 menit kita mandi bersama.
Setelah selesai mandi kita mengeringkan tubuh, langsung saja aku peluk dan aku junjung diatas ranjang harum sekali tubuhmu Erma. Aku ingin menikmati tubuhmu karena kau sudah menggoda dedekku hingga tegang mengeras.
“Ahhhh Mas sabar dulu dong gak sabaran deh” sambil senyum Erma berkata seperti itu.
Tidak aku hiraukan perkataanya masih mempermainkan putingnya.
“Bentar dulu mas ahhh sambil memberai rambutnya sambil menelantangkan tubuhnya.
Dia mengambil diodoran dan mengusapkan di dadaku dan ketiakku. Katanya biar harum saat dalam bercinta.
Setalah semuanya diatasi keadaan semakin romantis dan kita menikmati, aku mengeluarkan uang untuk dia yang kuharapkan malah melebihi anganku, sungguh berbeda dengan PSK lainnya yang biasanya tidak seperti ini, Erma mencium dengan lembut semakin lama semakin menyedot bibirku dengan nafsunya.
Kini dia mencium dan mengusap dadaku yang berbulu, kemudian terus ke bawah dan akhirnya penisku yang masih kecil diisapnya. Tak lama kemudian penisku pun membesar akibat rangsangan yang diberikan. Sungguh pandai ia memainkan mulut dan lidahnya di sekujur penisku. Setelah beberapa lama ia menghentikan aksinya dan berbaring telentang. Aku tahu ia ingin aku segera menyelesaikannya.
Kutindih dan kucium bibirnya. Tak lama kemudian dengan arahan tangannya penisku sudah menembus liang vaginanya.
Kurasakan iapun membalas dengan penuh gairah setiap serangan yang kulancarkan, namun aku tidak tahu apakah dia benar-benar menikmati atau hanya sekedar servis terhadap tamunya. Lima belas menit kemudian tubuhku sudah mengejang di atasnya. Ia tersenyum dan mengajakku membersihkan badan.
Selesai membersihkan badan, kami masih sempat ngobrol-ngobrol sebentar hal-hal mengenai dirinya. Ketika kutanya apakah namanya hanyalah nama profesi atau nama sebenarnya, ia mengeluarkan KTP-nya dan menyerahkannya padaku.
Kubaca, “Widya Erma”. Sekilas kulihat tanggal lahirnya, berarti ia sekarang dua puluh delapan, sementara aku waktu itu masih dua puluh tiga.
Karena kami kamar yang kami sewa menggunakan cara jam-jaman dan kulihat waktu telah habis, maka kamipun keluar dan aku segera pulang. Kesan yang timbul padaku, bahwa ia pun menyukaiku lebih dari sekedar PSK dan pelanggannya.
Beberapa hari kemudian, pada suatu siang aku lewat Tanah Abang lagi. Hanya sekedar lewat, namun aku juga berharap dapat bertemu dengan Erma lagi. Ketika berjalan dalam sebuah gang sempit, kulihat dari belakang sepertinya Erma. Kupercepat langkahku dan kujejerkan langkahku. Kulihat dari samping ternyata memang Erma.
“Erma ya? Masih ingat aku nggak?” tanyaku setelah berjalan di sampingnya.
Bandar Online Aman dan Tidak Ada BATASAN LINE BETTINGHadiah = 4D 3.000.000 3D 400.000 2D 70.000



Tidak ada komentar