
Cerita Mesum Aku sedang bekerja seperti biasa… ada seorang SPG rokok yang nyelonong masuk ketempat kerjaku, padahal dilingkungan kerjaku mayoritas laki-laki, bisa ditebak susananya seperti apa… ( heboh broo..) tapi si cewek tadi cuek aja sambil merayu supaya kami membeli rokoknya, dipikiranku mulai timbul ide nakalku… (tentang wajah dan body dia… kira-kira aja sendiri kalau SPG seperti apa, aku udah bosan menulis kata-kata cantik, sexy, atau sensual), anak-anak ditempat kerjaku ga ada yang mau beli karena ga ada duit, hanya mulut mereka yang usil menggoda si SPGnya… aku bertanya teman-teman SPGnya yang lain yang mungkin aku kenal dan dia kenal juga, dan ternyata banyak yang dia kenal, kami mulai akrab dan kenalan..nina anaknya cuek banget.. , ngekos dimalang, suka clubbing juga karena dia menunjukkan marchendise dari hugo’s padaku, (lagi-lagi anak dugem). Sebenarnya rokok yang dia tawarkan bukan kesukaanku, tapi ada rasa kasihan juga setelah melihat dia makin memelas, akhirnya timbul ideku, aku mau beli tiga bungkus rokoknya dengan syarat dia harus ngasih aku nomer hape yang benar-benar valid dan mau aku traktir, yah.. sekedar cari makan, liat lampu kota atau layar tancap… (ehm.. dia mau broo), tapi dia ngajakin clubbing padahal aku muak dengan dunia clubbing.. yawdalah yang penting dia mau diajak jalan, akhirnya aku terima juga. Deal kami sepakat dan dia pulang, ups.. ada yang lupa, sebelum dia pulang dia masih sempat meminta sebagian isi marlboroku… (huu…dasar, tukang jualan rokok tapi masi minta rokoknya orang).
Malam minggu setelahnya dia menghubungiku, dia sudah siap untuk diajakin jalan… (sebenarnya aku yang belum siap kalau untuk diajakin dugem) tapi karena ini orang baru dikehidupanku, maka ketidak siapanku dapat dikalahkan oleh rasa penasaranku… (otak kucing garong emang kaya geto yah…). Aku berangkat menjemput dia dikosannya dan mulai menyusuri lampu-lampu kota, makan malam hingga Jam sudah menunjukkan angka dua belas malam, dia sudah merengek ngajakin clubbing kehugo’s, aku bilang sudah lelah untuk berjingkrak-jingkrak dibawah remangnya lampu disco (sebenarnya males aja kesana) karena dari tadi sudah muter-muter, aku tawari untuk cari tempat alternatif selain dugem sambil pura-pura memegang kepalaku, tapi kalau dia masih ingin masuk juga aku anter kehugo’s tapi aku ga ikutan masuk, aku akan pulang… (dia mau broo… dia mau ikut aku kemana aja), tapi dia minta diantar kehugo’s dulu karena marchendisenya mau dibagi-bagikan pada teman-temannya daripada ga kepake, kami meluncur kesana dia masuk kedalam sebentar aku ga tahu dia ngapain didalam karena aku menunggu dimobil, kami keluar lagi menyusuri jalan dan dia menciumku dimobil… (speechless!!!!) Kita baru aja jalan broo.. tapi dia uda berani menciumku, setelah lama jalan tanpa tujuan yang pasti aku mengajaknya pulang tapi dia ga mau pulang alasannya pintu pagar kosannya sudah dikunci.. (sebenarnya aku tahu kalau itu alasan klasik supaya aku bisa ngajak dia check-in) aku pura-pura ga ngerti dan minta jalan keluarnya,( kalau membawa dia pulang kerumahku (waduh… jangan dech, rumahku surgaku dan bukan tempat bikin dosa, meskipun aku bejat tapi tetap berharap malaikat-malaikat menghuni rumahku bukan iblis).. nina menawariku untuk menyewa guesthouse, apa boleh buat daripada dia ikut aku pulang kerumahku, akhirnya kami menyewa guesthouse. Diotakku udah yakin sekali kalau nina bukan cewek baek-baek, dia sama brengseknya dengan cewek-cewek clubbing yang laen aku sudah mulai muak dengan kelakuannya…
Setelah membayar bill guesthousenya aku pamit pulang tapi lagi-lagi nina ga mau ditinggal, alasannya dia ga berani tidur sendirian diguesthouse… (yawda aku turuti lagi permintaannya, aku temani dia dikamar).
Aku bukan malaikat, aku manusia biasa yang diberi nafsu oleh TUHAN brow''(mulai ngaceng).. dan tugasku untuk mengatur nafsu itu kepada porsi yang benar (itu yang membedakan manusia dengan para malaikat). Aku berdua didalam kamar dengan gadis cantik yang agresif… (aku hanyut bro..) mata kami saling beradu hingga dekat… dekat… dan makin dekat hingga tidak ada lagi jarak diantara kami, wajah kami menyatu tanpa aku sadari sebelumnya, semua terjadi begitu saja seolah ada hentakan keras yang mendorong wajah kami untuk menyatu, seperti ada jalan licin yang tidak mampu kami tahan dan memaksa kami untuk saling berciuman, aku terbuai, terlena oleh aroma nikmat yang mulai mengalir kesetiap pori-pori badanku, aku sudah tidak peduli lagi dengan keadaan disekelilingku, entah itu syetan atau iblis dari neraka yang paling dalam aku tetap tidak peduli, tanganku meraba kesetiap tubuh yang dia miliki, mengalir seperti air yang mencari tempat lebih dalam untuk disinggahi. nina mengerang, tangannya dililitkan keleherku, tubuhnya menggeliat bagai cacing kepanasan dibawah terik mentari, tanganku makin liar mengelus bahkan meraba kesetiap bagian tubuh nina yang menonjol, satu persatu baju yang kami kenakan terlepas dari badan kami, nafas kami tersengal seolah saling memburu untuk mencapai sesuatu yang sama-sama kami tuju, iblis sudah benar-benar menguasai kami.. (ambil nafas dulu bro.. bacanya jangan sampe ikutan nafsu juga, ntar masuk kamar mandi bisa abis tuh sabun, nambah lagi dong anaknya dikamar mandi),… tiba-tiba nina berbisik “aku masih perawan tom…” (aku kaget bro… tapi belum yakin), aku mendorong tubuh nina dan menyambar bajuku, aku masih belum yakin kalau dia perawan tapi dia malah menantangku untuk melakukannya dengan syarat kalau memang terbukti dia masih perawan aku harus tanggung jawab dan bukannya jadi pengecut, (bukan perawanpun belum tentu aku berani melakukannya apalagi kalau dia masih perawan…) aku masih terdiam mengatur emosiku biar stabil dan mencoba untuk berfikir lebih bersih, aku tidak terlalu bodoh untuk membedakan bentuk “V” yang perawan dengan yang sudah “rusak”, aku punya koleksi ratusan bokep dari ribuan gaya dan bentuk… aku diajari anatomi tubuh perempuan disekolahku dulu, dan yang lebih penting aku punya pengalaman sendiri kalau masalah itu…, kalau dari segi itu semua, dua ratus persen sangat masuk akal kalau nina mengaku masih perawan. Nah pertanyaannya yang bikin tidak masuk akal adalah… Segampang itukah dia menyerahkan keperawanannya kepadaku yang baru dia kenal, baru pertama kita jalan, dan dia belum tahu aku secara keseluruhan..?
Aku “kalau kamu masih perawan, kenapa begitu gampang kamu mau melakukannya …??”
nina “entahlah… aku juga gatahu, mungkin karena aku menyukaimu…”
Aku”karena kamu suka trus kamu mau melakukannya..???”
nina”tapi aku yakin kamu orang baek, kamu ga akan meninggalkanku setelah kamu melakukannya..”
Aku “ dari mana kamu yakin…???”
nina lama dia terdiam kemudian bilang.. “perasaanku aja…”
Aku : ”kamu orang paling bodoh yang pernah aku kenal… seandainya aku orang lain, sekarang statusmu pasti sudah bukan perawan lagi, dan belum tentu besok kamu ketemu lagi dengan orang itu, mereka akan menyeringai tertawa karena berhasil mencicipi perawan…”


Tidak ada komentar